mengurai kembali kisah semasa dulu. terindah diantara kisah-kisah yang lain. terukir senyum jika ada kau. terlukis bahagia saat menujumu. aku bergumam namamu saat sendiri, memikirkanmu saat kau pergi. bersenandung lagu kita saat merindumu. berusaha mencipta percaya di sela beberapa kebohonganmu. dan kembali membangunnya saat kau ulangi satu persatu. aku seperti orang bodoh yang berusaha mencipta bahagiaku, karena kau. memungut kembali sedikit demi sedikit serpihan hatiku yang terpecah saat kenyataan tak kuinginkan terlihat olehku. seperti beberapa yang kau tujukan padaku. memang bukan maksudmu, dan aku tak menyalahkanmu atas beberapa kenyataan itu. karena semua tak seberapa dibanding dengan tawaku, senyumku saat bersamamu. aku berusaha kembali membangun bentengku, berusaka tuk kembali percaya padamu walau terkadang tak selang waktu kau rapuhkan kembali. terus menerus kulakukan itu. seperti sudah biasa, kebal, seakan aku tak peduli lagi dengan semuanya, dengan apapun yang kamu tunjukkan, bagaimanapun kamu, aku tak peduli lagi. yang ada semua rasa ini sudah mengunciku rapat-rapat. tak ada celah untuk aku keluar walaupun kadang aku mencarinya. aku lemah karenamu. mengalah padamu untuk menguncimu juga. berusaha menerima apapun asal kau tetap bersamaku. menutup semua yang bisa menggoyahkanku. rasa ini seakan menerbangkanku tapi juga tak jarang menghempaskanku tanpa rasa bersalah. menerbangkanku dan menghembuskanku hingga aku terbentur sangat keras. tapi apapun aku tak pernah peduli, sesakit apapun aku tak mau peduli. aku percaya padamu apapun, berusaha percaya padamu bagaimanapun kamu. karena aku ingin bisa hidup dengan segala kelebihan dan kekuranganmu. aku ingin bisa memahamimu dan kau tetap tinggal seperti biasanya, denganku. entah dengan apa, rasa ini telah mengunciku untuk terus menyayangimu ...