Dalam Hidup Selalu Ada Ceritera ...

Kamis, 06 Juni 2013

Skenario itu Mulai Berubah?

sudahkan berubah skenario itu? apakah memang Tuhan merancangnya seperti ini ataukah justru salah satu dari kita yang merubahnya tanpa sadar? kamu atau aku. awal yang indah perlahan memudar. bagai rintik hujan yang melunturkan warna-warni yang dahulu dengan berani seolah sedang memamerkan keindahan warnanya. bahagia.
Belum. ini belum luntur seutuhnya, bukankah masih bisa dipoles lagi? masih banyak warna yang bisa kita ciptakan. bukan kekusaman seperti ini, kaku.
apakah salah jika aku merasa khawatir? khawatir akan perasaanmu yang mulai luntur juga. seperti warna-warni itu. seberapapun kamu mengelak, jika kamu menjadi aku dan merasakan perubahan sikapmu terhadapku, kamu akan mengerti terhadap apa yang aku bicarakan. tentang kelunturan itu. terlebih, kamu memperlihatkan sedikit di depan umum. di depanku, sosial media, twitter.
kamu bisa saja berkata tidak, tapi hati tidak bisa dibohongi. bukannya aku tak percaya atau sebagainya, aku hanya sedang berpikir tentang semua yang kamu tunjukkan sekarang.
masalah pekerjaan? ya. mungkin. tapi embel-embel yang membuntuti? siapa yang tau selain yang punya cinta.
aku tak pernah merasakan keraguan seperti sekarang, walaupun aku terkadang kesal karena kamu selalu pulang larut malam, atau jika sedang melampiaskan kelelahanmu sepulang kerja padaku, tapi ini beda. bukan perasaan seperti ini yang aku rasakan jika emang aku mempermasalahkan pekerjaanmu. aku mencoba mengerti dan tetap tak berpikir aneh-aneh padamu, hanya saja kamu selalu memperlihatkan sesuatu yang selalu kembali membuatku berpikir begitu. lagi, dan lagi.
Dan sikapmu, kamu tampak semakin cuek. Kaku. seolah-olah tak ada rasa rindu padaku. kamu selalu bisa tanpa suaraku kini. kamu selalu bisa tanpa sapaanku ataupun sebaliknya selalu bisa tanpa menyapaku, memberiku kabar. aku hanya rindu, mungkin berlebihan, tapi coba kamu berubah sedikir memperhatikanku lagi, rindu ini akan tetap pada porsinya. maaf. aku yang tak pernah bisa membatasi semua. mungkin memang berlebihan apa yang aku rasakan padamu, lelaki yang mampu merebut hatiku sejak 2 tahun lalu, yang mampu membuatku lebih bersemangat, mampu membuat aku merasa menjadi wanita yang paling beruntung memilikimu. apa tak bisa diperbaiki lagi? entah.