Malam ini masih sama dengan
hari-hari sebelumnya. Kata-
kata manis itu masih belum
menggema lagi. Perasaan
tenang itu masih belum kurasa
kembali.
Akhir-akhir ini aku tau dia
sibuk dengan pekerjaannya.
Aku mengerti, aku ingin
mengerti, aku sulit mengerti,
aku tak bisa mengerti, aku
berusaha mengerti, aku
mengerti. Aku tersenyum,
atau mungkin berusaha untuk
tersenyum. Aku tak boleh
menjadi penghalang baginya,
justru akulah yang harus
mendukungnya. Aku paham.
Awalnya, aku marah. Aku tak
bisa menerima perbedaan
kondisi yang berubah tiba-tiba
seperti ini. Dulu, sekarang,
jika kamu yang merasakan,
sangatlah berbeda. Begitu
juga dengan apa yang aku
rasakan dan juga perasaanku.
Aku ingat dulu, tiap pagi dia
menelponku atau mengirim
sms padakt, mengucapkan
selamat pagi, jangan lupa
sarapan, hati-hati di jalan.
Sekarang dia tak pernag lagi
menelponku setiap pagi.
Mungkin sms, buat bilang "aku
berangkat".
Dulu setiap aku pulang
sekolah dia selalu
menemaniku, entah telpon
atau sms. Sekarang tak lagi,
sms pun sangat jarang. Dulu
setiap malam sebelum tidur
kami selalu mengobrol
tentang apa saja, sekarang tak
pernah, kalaupun dia telpon,
itu sudah pukul 11 malam ke
atas, dan langsung tidur. Dulu
dia selalu bilang sayang,
sekarang jarang. Dulu saat aku
ragu dan menanyakan
perasaannya, kata-katanya
selalu menenangkan.
Sekarang kemana semua itu?
Akankah kudapat kembali?
Aku lelah, tak akan marah,
sangat mencoba berusaha
mengerti. Perasaan rindu itu
aku simpan, perasaanku aku
nomorduakan. Aku tak peduli
sesulit dan sesakit apapun,
aku hanya ingin menjaga
senyumnya, aku hanya ingin
melihat tawanya, aku hanya
ingin menjadi orang yang bisa
mengerti dia bagaimanapun
keadaannya.
Aku tak peduli bagaimana
rasanya merindu tak
tersalurkan, aku tak peduli
akan perasaanku. Aku hanya
ingin mengerti. Selama dia
masih bersamaku, aku tak
peduli apapun.
Tangisku tak lagi penting,
dialah yang terpenting.
Berharap Tuhan masih
memberikanku kekuatan.
Selama masih ada kesempatan
untuk aku mendampinginya,
aku akan terus
mendampinginya. Walau aku
harus mengalahkan apapun
tentang aku. Aku tak peduli
lagi. Aku akan terus
tersenyum untuknya.
Dalam Hidup Selalu Ada Ceritera ...
Minggu, 30 September 2012
Senyum ini topengku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar