Disinilah aku. Di rumah suami mama, di rumah papa tanpa suara ayah, tanpa ketawanya yang renyah, tanpa omelannya yang menakutkan, tanpa suara dengkurannya setiap dia kelelahan.
Tak terasa, sudah 11 tahun aku hidup tanpa ayah. Dan sekarang aku rindu. Aku sangat rindu padanya. Aku tak serumah lagi dengn ayah, itu artinya aku tak bisa kapan saja bertemu dengannya. Dulu setiap ayah pulang kerja, aku masih bisa makan malam dengannya dan mengobrol tentang apa saja yang terjadi saat aku di sekolah. Masih bisa menarik kumisnya yang tebal hingga dia teriak dan mencubit pipiku atau pantatku. Tapi sekarang, tak lagi bisa.
Aku rindu ayah. Ayah yang lebih pendek dariku, ayah yang sering dikir pacarku. Entah apa yang orang-orang pikirkan kenapa bisa menganggap ayah pacarku. Mana mungkin pacarku setua ayah. Atau aku yang setua ayah? Yang jelas itu menggelikan dan aku tak mau dianggap seperti itu. Aku baru 17 tahun kok, sumpah.
Apapun itu aku tetap rindu. Sebenarnya kemarin aku sudah membuat janji dengannya, ayah bilang hari ini dia akan menemaniku kemanapun yang aku mau. Tapi tanpa kabar. Padahal sudah sejak idul fitri kemarin aku lost contact dengannya. Setiap aku cari ke rumahnya selalu saja beliau tak di rumah. Kalau sudah seperti itu aku tak tau harus berbuat apa selain menunggu.
Yang aku ingin tahu, apa ayah juga rindu aku? Aku ingin menarik kumisnya lagi tapi takut dicubit pntatnya. Aku kan sekarang sudah besar. Mana mau dicubit pantat lagi. Tapi kalau mas aldi yang nyubit, aku pikir pikir dulu deh haha
Setelah ini aku akan meneleponnya. Bilang kalau aku rindu pada ayah dan aku ingin mendengar kalau dia juga rindu padaku. Itu membahagiakan. Sungguh.
Dalam Hidup Selalu Ada Ceritera ...
Jumat, 07 September 2012
Malam ini aku rindu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar