Dalam Hidup Selalu Ada Ceritera ...

Selasa, 11 September 2012

Aku Tak Akan Pulang

Aku tak kalah, aku tak akan kalah!
Hey, tembokku akan aku beri besi baja, dan aku akan melapisinya berkali-kali dengan batu beton agar kau tak bisa merobohkannya, bahkan menyentuhnya. Dan kau! Ingat! Aku tak akan pulang. Aku tak mau kembali pulang. Aku sudah di tengah jalan, sayang jika aku berbalik arah dan pulang. Aku tak akan terkalahkan dalam hal ini. Hatiku telah terisi, dan terkunci. Tak akan bisa terbuka. Tak akan kembali pulang, setidaknya untuk saat ini dan akan begitu seterusnya. Jadi, memang aku tak akan pernah pulang, tak mau, kecuali memang dia yang memintaku pulang. Selain itu aku tak akan pulang. Tinggal beberapa langkah lagi aku akan sampai. Jadi tak mungkin aku pulang. Aku akan selesaikan, dan mendapatkan dia yang aku mau, dia yang mengisi hatiku sekarang dan membuatku menguncinya tapi dia tak mengijinkan aku membuang kuncinya. Entah.
Aku tak akan pulang. Aku akan menyelesaikannya, dan dia akan menjadi titipan dariNya yang seutuhnya dititipkan padaku. Aku akan menjaganya. Aku tak akan pulang, apapun. Walau dia kerap memberiku paku, ataupun besi panas, aku tetap tak akan pulang selama dia belum memintaku untuk pulang. Walau dia kerap kali hanya memberikanku tembok dari kertas yang berlubang atau transparan aku akan tetap bergeming. Karena aku telah buta dan tak butuh penghibur selain dia. Hey dengar! Aku telah buta karenanya. Karena kebaikan dan kedewasaannya, walau paku yang dulu pernah dia beri belum tercabut seutuhnya tapi aku sedang berusaha mencari tang dalam dirinya, untuk kugunakan mencabut paku ini, sedikit aku telah menemukan serpihan tang itu.
Dan terakhir, aku tak akan pulang. Karena aku telah buta oleh tawanya. Dia adalah tujuanku. Dan aku akan meraihnya untuk hidupku selanjutnya. Aku tak akan pulang, karena hatiku tak mudah berubah. dengar!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar