Tuhan memang sangat baik karena Dia telah mempertemukan kita dalam suatu adegan yang sangat menyenangkan. Dimana masing-masing dari kita memiliki peran yang berbeda-beda. Kau benar2 sangat hebat karena bisa memainkan peranmu dengan sangat sempurna, sehingga di dalam adegan ini aku terpikat padamu. Aku jatuh hati begitu dalam, dan ingin kau hanya jadi milikku. Sedangkan peranku begitu monoton dalam adegan ini, diibaratkan aku hanya berdiri, berkata "aku syg kamu", berulang kali mengucapkan dan tetap seperti itu tanpa ada perubahan. Dan tanpa melakukan apapun, aku hanya menunggu di balik harapan yang entah aku sendiri tak tau pasti apakah harapan itu benar2 nyata atau mungkin hanya kepalsuan belaka. Berlindung dibalik janji-janjimu yg tak kunjung terbukti. Namun tak lelah, aku yakin pada diriku, berteriak dalam hati menyemangati diri untuk tetap menunggu "cintaku" yg entah sedang berada dimana. Dan sekali lagi, Tuhan memang sangat baik, suatu ketika Dia membuat adegan ini menjadi lebih indah, antara aku dan kau seperti Dia buat ada sesuatu yg sepesial, entah aku tak tau pasti akan seperti apa "kita" dalam adegan ini. Aku hanya berusaha tetap memainkan peranku dengan baik, agar adegan ini berjalan seperti apa yg Tuhan skenariokan. Aku yakin, apapun yang Tuhan lakukan, itu semua psti baik. Dan tentu, Tuhanpun akan melakukan hal yg sama dalam adegan kita ini .
Suatu saat, tanpa disangka ternyata Tuhan menambahkan satu pemeran lagi dalam adean ini, seorang wanita cantik dan dalam sekejap dia telah bisa dekat denganmu dan benar-benar membuatmu jatuh hati sehingga engau memutuskan untuk mengganti kata "aku-kamu" menjadi "kita" diantara kalian.
Dan sekali lagi aku berkata " Tuhan memang sangat baik"
karena Dia telah menujukkan sedikit banyak sifatmu, setidaknya aku tahu bagaimana kamu .
aku melanjutkan peranku, masih tetap berusaha memainkan peranku sebaik mungkin.
dengan susah payah aku memainkannya, aku menahan rasaku ini, dan rela sakit hati.
kau memainkan peranmu bersama "your princess" disampingmu. dan jelas peranmu semakin baik.
dan akuu hanya terus berharap semoga suatu saat Tuhan menunjukan lagi salah satu kebaiknnya sehingga hadir org ke empat dalam adegan ini. Namun sepertinya Tuhan masih enggan melakukannya, kenapa ? tak ada jawaban.
Aku masih tetap melanjutkan peranku seperti biasa, monoton. aku hanya bisa bersembunyi dibalik bayang-bayangmu.
Dan suatu saat kau mengucapkan suatu yang tidak aku duga. "Aku cinta kamu" ,sesuatu yang semakin melambungkanku dibalik angan-angan yang membawaku jauh ke atas dan mungkin dalam sekejab bisa menghempaskanku dan membuat rasa sakit yang begitu amat sangat. karena apa ? sudah jelas, di sini tuhan memberikan suatu peran tidak sendiri untukmu, aku hanya tersenyum. Inilah kebaikan Tuhan selanjutnya, aku sungguh sangat bahagia. tapi ketika mengingat Tuhan telah memberikan dia untukmu, akupun tak kunjung bisa membuat keputusan. Aku tetap menjalani peran ini bersama denganmu dibalik bayang-bayangnya. aku tak berniat untuk menyalahi skenario Tuhan, hanya saja aku merasa adegan ini cukup sulit untuk ku mainkan. semakin lama berjalan, akupun semakin tak kuasa menahan rasaku ini, dan aku memutuskan untuk mundur dari adegan yang memang diciptakan Tuhan untuk mu dan dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar